Nyobain berbagai AI Model Aggregator: Mana yang Gratis dan mana yang Worth It?
Nyobain berbagai AI Model Aggregator: Mana yang Gratis dan mana yang Worth It?
Parung Panjang - Ada masanya kami merasa seperti anak kecil yang berdiri di depan etalase toko permen: model-model AI makin lama makin canggih, tapi aksesnya tersebar di banyak etalase berbeda. Satu di sini harganya premium, satu di sana katanya gratis tapi syaratnya samar, satu lagi bahkan menolak kehadiran kami hanya karena lokasi tempat tinggal. Dari rasa penasaran yang menumpuk itulah eksperimen ini lahir: kumpulkan semua layanan yang punya API, daftar akunnya satu per satu, lalu panggil langsung pakai script Python sederhana. Pertanyaan besarnya cuma satu: dari berbagai aggregator dan provider model AI ini, mana yang benar-benar bisa dipakai gratis, dan mana yang memang worth it untuk proyek serius?
Total ada sebelas layanan yang ikut dalam jurnal ini: OpenRouter, Google Gemini, Groq, Cerebras, DeepSeek, Z.ai, Apivale, NVIDIA NIM, SambaNova, B.AI, dan AIHubMix. Komposisinya menarik karena ada yang berperan sebagai agregator — penjual akses banyak model dari banyak vendor dalam satu API dan satu tagihan — ada juga yang menyajikan model andalannya sendiri. Hasil eksperimennya penuh kejutan: ada yang menyambut dengan jawaban super cepat, ada yang menampik karena lokasi server, ada yang mengulur kupon 300 dollar, bahkan ada model misterius bernama ox-alpha yang identitasnya harus kami kejar sampai tuntas. Satu per satu akan kami ceritakan apa yang terjadi, mulai dari proses daftar akun, panggilan API pertama, sampai tabel rangkuman gratis versus berbayar di akhir. Yuk, kita mulai!
Gambar : Ilustrasi - Mengetes berbagai AI model aggregator, dari pendaftaran akun sampai panggilan API pertama
Gambaran Besar: Apa Saja yang Kami Tes dan Bagaimana Caranya?
Sebelum melangkah, mari kita samakan dulu pemahaman soal metodenya. Agar hasilnya adil dan bisa dibandingkan, setiap layanan kami uji dengan pola yang sama menggunakan script Python berpustaka requests. Pola tesnya terdiri dari tiga tahap: pertama, panggil endpoint daftar model untuk memastikan key valid sekaligus melihat katalog yang tersedia; kedua, kirim satu pertanyaan sederhana dalam Bahasa Indonesia ke endpoint chat/completions untuk memastikan model benar-benar bisa menjawab; ketiga, catat durasi respons, jumlah token, dan header rate limit yang muncul. Sederhana, tapi cukup untuk membedakan provider yang serius dengan yang "ngawur".
Kami juga menetapkan tiga kategori biaya supaya tidak salah paham saat kata "gratis" muncul di mana-mana. Kategori pertama adalah gratis sesungguhnya: ada model yang bisa dipanggil tanpa deposit apa pun. Kategori kedua adalah gratis pakai kredit: kami diberi saldo awal yang akan habis terpakai, setelah itu wajib top-up. Kategori ketiga adalah bayar sesuai pemakaian (pay-as-you-go), tanpa saldo awal sama sekali. Ketiga kategori inilah yang nanti jadi dasar penilaian di bagian kesimpulan, jadi kalau dari tadi kalian bertanya-tanya "gratis menurut siapa?", jawabannya ada di sini.
Satu catatan penting soal keamanan sebelum mulai: semua API key dalam pengujian ini sengaja kami samarkan dan tidak satu pun tampil utuh di artikel. Kalau kalian sedang belajar, biasakan juga untuk tidak membagikan key secara terbuka, karena siapa pun yang memegang key kalian bisa memakai saldo kalian. Pola dasar script tesnya sendiri cuma segini:
import requests
BASE = "https://openrouter.ai/api/v1"
H = {"Authorization": "Bearer $OPENROUTER_KEY"}
# 1. Cek key + daftar model
r = requests.get(f"{BASE}/models", headers=H)
# 2. Panggil model, ukur waktu
r = requests.post(f"{BASE}/chat/completions", headers=H, json={
"model": "dots-studio/dots-3-note-preview:free",
"messages": [{"role": "user", "content": "Apa itu AI?"}],
})
print(r.json()["choices"][0]["message"]["content"])
Dengan pola tes yang sama, perjalanan pun dimulai. Stasiun pertama kami adalah gerbang paling populer untuk mencicipi banyak model sekaligus: OpenRouter.
1. OpenRouter: Gerbang 500+ Model dan Misteri Model "ox-alpha"
Percobaan ini sebenarnya berawal dari rasa penasaran pada satu model misterius bernama ox-alpha yang muncul di OpenRouter dengan label stealth. Model seperti ini sengaja disembunyikan identitasnya oleh provider-nya, biasanya untuk menguji kemampuan model baru tanpa pengaruh nama besar. Saat kami panggil dan kami uji dengan beberapa pertanyaan, plus membandingkan gaya jawabannya, jawaban teka-teki itu terkuak: ox-alpha ternyata adalah GLM-5.3 Flash dari Z.AI yang sedang diuji coba sebagai pratinjau. Sekarang model tersebut sudah resmi dan berbayar, jadi era "menebak-nebak" identitas stealth model-nya sudah selesai.
Untuk penggunaan sehari-hari, OpenRouter berperilaku sangat ramah. Setelah mendaftar dan membuat API key berawalan sk-or-v1-, kami bisa memanggil endpoint /api/v1/key untuk memeriksa pemakaian, status free tier, dan limit key langsung dari API. Model-model berakhiran :free bisa dipanggil tanpa biaya, seperti dots-3-note-preview:free yang kami pakai sebagai kelinci percobaan. Batasannya pun jelas: sekitar 50 permintaan per hari untuk akun tanpa saldo, naik menjadi 1.000 permintaan per hari begitu kalian top-up minimal 10 dollar. Harga model juga tidak di-mark-up, jadi kalian membayar sama seperti memanggil provider aslinya.
Bagian paling seru adalah saat kami mengadakan benchmark kecil-kecilan. Kami meminta empat model gratis menulis fungsi Python flatten(nested) yang meratakan list bersarang sedalam apa pun tanpa rekursi, lalu kode jawabannya langsung kami eksekusi dengan beberapa kasus uji ber-assert. Hasilnya, jawaban dari GLM-5.3 Flash dan dots-3-note lolos semua kasus uji, sementara beberapa model lain tergelincir di kasus bersarang yang dalam. Buat kami, ini bukti bahwa "model gratis" di OpenRouter bukan berarti "model main-main". Nah, setelah merasakan enaknya satu akun untuk banyak model, langkah wajar berikutnya adalah mampir ke gerai resmi para provider di baliknya — dan kunjungan pertama ke Google Gemini ternyata langsung membawa kami ke petualangan paling dramatis dalam jurnal ini.
2. Google Gemini: Kena "User Location is Not Supported", Solved Pakai Proxy Gratis
Di atas kertas, penawaran Gemini sangat menggoda: model flash terbarunya bisa dipakai gratis lewat API dengan batas permintaan yang cukup untuk eksperimen. Realitasnya, panggilan pertama kami langsung ditampik dengan pesan FAILED_PRECONDITION: User location is not supported for the API use. Ternyata Google membatasi akses API berdasarkan lokasi geografis server, dan lokasi server yang kami pakai masuk daftar yang tidak didukung. Key valid, model ada, tapi pintunya digembok.
Di sinilah petualangan dimulai. Solusinya adalah melewati perantara yang lokasinya didukung, alias proxy. Kami memanfaatkan daftar proxy publik gratis dari repositori monosans/proxy-list di GitHub yang daftarnya di-refresh tiap jam lengkap dengan informasi negara dan waktu respons. Trik pentingnya: permintaan ke Gemini tetap lewat HTTPS, sehingga yang terjadi adalah tunneling CONNECT — proxy hanya meneruskan data terenkripsi dan tidak bisa membaca API key maupun isi percakapan kami. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal (banyak proxy publik yang mati dalam hitungan menit), kami menemukan proxy dari Singapura yang masih hidup, dan panggilan kedua langsung sukses.
px = {"http": "http://PROXY_SG:PORT", "https": "http://PROXY_SG:PORT"}
r = requests.post(
"https://generativelanguage.googleapis.com/v1beta/models/"
"gemini-3.5-flash:generateContent",
headers={"x-goog-api-key": "$GEMINI_KEY"},
json={"contents": [{"parts": [{"text": "Apa itu AI?"}]}]},
proxies=px, timeout=60,
)
print(r.json()["usageMetadata"]) # token masuk/keluar tercatat rapi
Setelah gerbang terbuka, katalognya memuaskan: ada 39 model, mulai dari keluarga Gemini 3 flash dan 3.5 flash untuk tier gratis, Gemini 3.1 Pro Preview yang mengharuskan akun billing aktif, model terbuka Gemma, sampai model gambar seperti nano-banana-pro. Ada catatan kecil: Gemini 2.5 Pro sudah tidak lagi tersedia bagi pengguna baru, jadi jangan kaget kalau model tersebut tidak muncul di akun kalian. Dari saga ini kami membawa pulang bukan cuma akses ke Gemini, tapi juga satu senjata baru bernama teknik proxy — dan seperti sebentar lagi kalian lihat, senjata itu ternyata bukan sekali pakai.
3. Groq dan Cerebras: Dua Jagoan Kecepatan yang Sama-sama Kena Blokir
Kalau Gemini punya cerita blokir lokasi, dua provider berikut ini punya cerita serupa dengan ending yang berbeda. Keduanya terkenal sebagai jagoan kecepatan inferensi, dan dua-duanya juga menampik panggilan pertama kami dari lokasi yang sama. Untungnya, solusi proxy yang sudah kami gali saat menguji Gemini langsung bisa dipakai ulang di sini. Belajar satu trik yang bisa dipakai berkali-kali memang terasa satisfying.
3.1 Groq: Kena WAF Cloudflare, Tapi Lolos Lewat Proxy Singapura
Panggilan pertama ke Groq ditampik bukan oleh API-nya, tapi oleh WAF Cloudflare yang menyajikan halaman 403 HTML, bukan pesan JSON yang rapi. Setelah berpindah lewat proxy Singapura, gerbong langsung jalan. Katalog Groq berisi 14 model dengan komposisi yang unik: gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b yang terbuka, qwen3.8-27b, allam-2-7b yang merupakan model berbahasa Arab dari SDAIA, agen groq/compound, plus model suara seperti whisper-large-v3 dan TTS orpheus. Yang membuat kami apresiasi: Groq sangat transparan soal batasan. Setiap respons menyertakan header x-ratelimit-* lengkap, dari sisa permintaan sampai kapan limit-nya reset, sehingga kita tidak perlu menebak-nebak kapan akan kena limit.
3.2 Cerebras: Lolos Models, Tapi Ketemu 402 di Chat
Cerebras mengikuti naskah yang sama di awal: panggilan langsung dibalas 403 oleh Cloudflare. Lewat proxy Singapura, endpoint daftar model akhirnya terbuka dan menampilkan katalog yang mengejutkan karena pendeknya: hanya dua model, yaitu gemma-4-31b dan gpt-oss-120b. Namun saat kami mencoba memanggil chat-nya, API membalas dengan 402 Payment Required yang pesannya mengarah ke tab billing. Artinya kuota gratis akun kami memang sudah tidak tersedia, entah karena sudah terpakai atau karena kebijakan tier-nya berubah. Sayang sekali, karena Cerebras dikenal publik sebagai salah satu inferensi tercepat di kelasnya. Untuk kalian yang baru mendaftar, segera cek kuota gratis di dashboard sebelum key-nya menganggur. Nah, setelah dua jagoan kecepatan selesai kami bedah, perjalanan lanjut ke tiga provider yang kebetulan format key-nya mirip-mirip — tapi ketiganya ternyata punya nasib yang jauh berbeda.
4. DeepSeek, Z.ai, dan Apivale: Tiga Key Bermirip, Tiga Nasib Berbeda
Tiga provider ini kami kelompokkan karena kebetulan format key-nya mirip-mirip, tapi pengalaman pakainya jauh berbeda. Dari yang paling "dewasa" dalam soal bisnis sampai yang dokumentasinya masih hemat kata, yuk kita bedah satu per satu.
4.1 DeepSeek: Tanpa Free Tier, Tapi API-nya Bersih dan Murah
DeepSeek tidak bermain kata "gratis". Tidak ada free tier, tidak ada kupon, langsung bayar sesuai token yang dipakai. Sebagai gantinya, kami mendapat API yang sangat bersih: daftar modelnya cuma tiga (deepseek-v4-flash, deepseek-v4-pro, dan deepseek-v4-flash-vision-exp untuk kebutuhan visi), kompatibel penuh dengan format OpenAI, plus endpoint /user/balance untuk memantau saldo. Respons chat-nya stabil dan cepat untuk kelasnya. Bagi kami, DeepSeek adalah tipe provider yang kalian pilih saat serius produksi, bukan saat iseng mencicipi. Harganya yang terjangkau membuat model flash-nya layak dipertimbangkan untuk pekerjaan batch sekalipun.
4.2 Z.ai: Rumah Keluarga GLM, Lengkap dengan Diskon Buat Pengguna Baru
Z.ai adalah rumah bagi model GLM, dan katalognya panjang: dari glm-4.5 sampai generasi terbaru glm-5.3-flash, total sepuluh model. Yang menarik dari Z.ai bukan cuma modelnya, tapi paket GLM Coding Plan-nya: langganan bulanan berhemat yang bisa dipakai untuk menyambungkan coding agent favorit kalian ke model GLM terbaru. Saat kami uji, glm-5.3-flash-nya menjawab dengan struktur rapi dan kecepatan yang enak dipakai, konsisten dengan performa yang sama saat model ini lolos benchmark coding tadi lewat OpenRouter. Ternyata memang benar sama orangnya, hehe.
Oh iya, kalau kebetulan kalian sampai jatuh cinta dan mau langsung berlangganan, Z.ai menjalankan program resmi "Invite Friends, Get Credits" yang manfaatnya dua arah: pendaftar lewat link undangan mendapat diskon 10% untuk langganan GLM Coding pertamanya, sementara pengundangnya mendapat credit senilai 10% dari order pertama tersebut (bonus pengundang baru bisa dicairkan setelah tiga undangan valid, dan setiap 30 orang berhasil diundang ada bonus ekstra). Jadi kalau memang sudah mantap mau berlangganan, ada baiknya daftar lewat link undangan biar langsung hemat sejak awal: z.ai/subscribe?ic=IRXMOEUZDO. Credits-nya sendiri berlaku lama dan bisa dipakai baik untuk biaya panggilan API maupun langganan.
4.3 Apivale: Gateway Kecil yang Malah Menolak Kami
Apivale adalah kasus paling absurd sekaligus menghibur. Gateway kecil ini ternyata dibangun di atas software new-api, hal yang bisa kami tebak langsung dari pesan errornya yang khas (new_api_error). Masalahnya, key yang kami pegang ditolak mentah-mentah dengan 401 Invalid Token, jadi pengujian tidak pernah sampai ke tahap chat. Dokumentasi publiknya juga minim dan kami tidak menemukan jejak program undangan di sana. Pelajaran dari sini sederhana: sebelum nekat menguji, pastikan dulu key yang kalian pegang memang diterbitkan oleh provider tersebut, karena format key yang mirip ternyata bisa menipu. Dari tiga key bermirip yang nasibnya bertiga berbeda, kami lanjut ke kelompok yang kebijakannya paling meriah: para pembagi kredit gratis.
5. NVIDIA NIM, SambaNova, dan B.AI: Bermodalkan Kredit Gratis
Kelompok berikutnya punya pola bisnis yang sama: menyulap pengguna baru agar berani mencoba dengan memberikan kredit awal. Bedanya cuma di besaran dan masa berlaku, dan justru di situ perbedaannya jadi menarik untuk dicermati.
5.1 NVIDIA NIM: 83 Model Open-Weight Bermodalkan 1.000 Request
Portal build.nvidia.com memberikan API key berawalan nvapi- yang langsung aktif. Katalognya adalah yang terpanjang di kelas open-weight: 83 model, mulai dari keluarga Llama, DeepSeek-V4, Gemma, Granite dari IBM, Jamba dari AI21, sampai SEA-LION yang khusus dilatih untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara termasuk Bahasa Indonesia. Sistem kreditnya sederhana: akun pengembang mendapat sekitar 1.000 request gratis untuk development dan testing, satu request dihitung satu kredit berapa pun panjang jawabannya. Buat kalian yang ingin membandingkan banyak model terbuka tanpa keluar modal, ini surga bernuansa hijau khas NVIDIA.
5.2 SambaNova: Kredit 5 Dollar yang Bisa Menghitung Hari
SambaNova Cloud menyediakan tujuh model, tapi tujuhnya padat: DeepSeek-V3.1 dan V3.2, Meta-Llama-3.3-70B, MiniMax-M2.7 dan M3, gemma-4-31B, serta gpt-oss-120b. Akun baru mendapat kredit 5 dollar, dan ada satu detail yang hampir terlewat: kredit tersebut punya masa berlaku 30 hari, informasi yang kami temukan bukan di halaman depan, melainkan tertanam di konfigurasi situsnya (signupAmount: 5, expiryDays: 30). Jadi kalau kalian daftar di sini, jangan biarkan kreditnya mengendap terlalu lama. Platform ini juga punya free tier dengan batas laju rendah, tapi untuk hasil serius kredit 5 dollar itulah senjata utamanya.
5.3 B.AI: Kupon 300 Dollar dan Tiga Model yang Benar-Benar Gratis
B.AI adalah provider paling royal dalam daftar ini: akun baru dibekali kredit 300 dollar. Katalognya 44 model dan isinya seperti pameran industri: keluarga GPT-5.6 (sol, terra, luna), Claude Opus-5 dan Sonnet-5, Gemini 3.1 Pro, kimi-k3, qwen3.8, sampai keluarga GLM. Keunggulan teknisnya yang paling kami suka: selain kompatibel OpenAI, B.AI juga menyediakan endpoint kompatibel Anthropic di /v1/messages, artinya tool seperti Claude Code bisa langsung disambungkan ke sini cukup dengan mengganti base URL dan API key.
Tapi hati-hati dengan kata "gratis" di sini. Saat kami scan model satu per satu, hasilnya jujur saja: hanya glm-5.3-flash, minimax-m2.7, dan hy3 yang benar-benar gratis; sisanya tetap bisa dipanggil, tapi tagihannya menggerus kredit 300 dollar tadi. Ada satu jebakan teknis juga: saat kena batas laju, B.AI kadang mengembalikan 429 dengan body kosong, tanpa pesan apa pun, yang bisa bikin debugging makin lama kalau tidak sadar. Kalau kalian tertarik ikutan kupon 300 dollar-nya, daftarlah lewat link undangan B.AI ini biar mulai dengan saldo tebal: chat.b.ai/chat?invite_code=L6LVQU. Sisanya tinggal disiplin: rutin cek dashboard pemakaian biar tidak kagok saat kredit tiba-tiba menipis.
6. AIHubMix: Satu Key untuk 409 Model
Stasiun terakhir ini agak berbeda spesiesnya. AIHubMix adalah agregator: mereka tidak melatih model sendiri, tapi menjual akses ke model orang lain lewat satu API dan satu tagihan. Saat kami memanggil endpoint daftar modelnya, angkanya bikin melebar mata: 409 model dalam satu key. Ada keluarga GPT-5.6, Claude Opus-5 dan Sonnet-5, Grok-4.6, Gemini 3.7, DeepSeek-V4, keluarga GLM lengkap, sampai model stealth ox-alpha yang dulu kami kejar di OpenRouter juga ada di sini. Ada juga model router bernama auto yang memilihkan model paling cocok secara otomatis untuk tiap permintaan.
Lalu bagaimana dengan model gratis? AIHubMix menyediakan sembilan lebih model berakhiran -free, seperti coding-glm-5.3-free, hy3-free, minimax-m2.7-free, dan gemini-3.7-flash-free. Kami pun langsung mencobanya tanpa deposit. Responsnya datang dengan status 200, tapi isinya mengejutkan sekaligus jujur: "Sorry, to prevent abuse of free resources, accounts that have not been recharged can only try 10 times". Ternyata model gratis di sini hanyalah trial 10 kali panggilan untuk akun tanpa top-up; setelah itu kalian wajib mengisi saldo dulu. Fair sih, tapi penting diketahui sebelum berhar
Join the conversation